Thursday, October 04, 2007

8:23

8:23 malam.
Masih berada di belakang kemudi.
Di jalan desa selebar dua mobil.
Badan rontok setelah bekerja 10 jam.
Tulang belulang bergemerutuk setelah terjebak macet pulang-pergi, masing-masing 2 jam.
Mata sepet, bukan karena tidak ada laki-laki di sebelah saya.
Perut lapar, akibat buka puasa seadanya.

Mobil Vantrend hijau di depan berjalan pelan sekali.
Sesekali zig-zag.

Saya kasih lampu dim sedikit.
Dua orang di mobil Vantrend masih cuek.

Saya klakson lembut.
Mereka masih cuek.

Saya kasih sen kanan, hendak menyalip.
Mereka malah berjalan zig zag.

Saya kesal.
Saya gemas.
Saya naik darah.
Aaaaarrrrrggggghhhhhhhh.........!!!

Saya nyalakan lampu besar sekalian. Menyorot mobil di depan saya yang hanya berjarak beberapa senti.

.....................................

Saya matikan lagi lampu besarnya.
Malu.

Mereka sedang ciuman.

9 comments:

  1. Katanya ciuman di mobil seperti itu memang lain rasanya ya mba? hehe.

    ReplyDelete
  2. jadi tambah laper dunk! heuheuhe...

    ReplyDelete
  3. sempat bikin foto nggak??? :P

    ReplyDelete
  4. hihihi....yang malu malah yg ngeliat yak?

    btw, gw mudik kamis, artinya kamis tanggal 4 oktober. ini udah di kampung kok :))

    and yes, mudik itu enak :D

    ReplyDelete
  5. ide buka puasa yang bagus juga tuh depan mobil lu...

    ReplyDelete
  6. "Saya matikan lagi lampu besarnya.
    Malu.

    Mereka sedang ciuman."

    lah kok ndak ikut ciuman juga, dev?

    ReplyDelete
  7. mereka lapernya lain ya....

    ReplyDelete
  8. kok malu??
    kan yg hrsnya malu orang yg lg ciuman itu.
    ciuman qo d mbl?! nggak bs di tmp lain ap?

    ReplyDelete
  9. Ih!!! aku juga pernah ngalamin tuh!! Tapi.. aku yang disorot lampu besarnya.. hehehe *Malu..*
    Yah namanya juga pas dulu masih muda, hormon masih membuncah... hihi.. najis..

    ReplyDelete