Wednesday, April 04, 2007

Ortu vs Eyang

Ya udah, saya ngaku deh. Judul aslinya memang Saya vs Mami-Babe. Sebuah lagu lama yang dimulai sejak saya hamil sampai detik ini.

Kemarin sore, cuaca cerah sedikit gerah. Saya dan Hikari sedang tertawa-tawa setelah menonton petualangan keluarga Thornberry di tivi. Hikari sedang berluberan imajinasi dan sibuk mengubah dirinya (dan diri saya) menjadi Eliza yang sanggup berbahasa binatang dan menyuruh saya berakting sebagai ibunya Eliza yang tukang potret (okey, saya pikir saya bisa melakukannya). Lalu, karena film sudah selesai dan waktunya Hikari untuk mandi, kami pun keluar kamar dan bergerak menuju kamar mandi di lantai bawah. Kemudian detik selanjutnya benar-benar di luar dugaan...

Saya berada satu anak tangga di atas Hikari ketika tiba-tiba Hikari melakukan gerakan meloncati dua anak tangga sekaligus. Tentu saja dia terpleset.

Tubuh Hikari terguling-guling tiga perempat tangga yang tinggi dan keras. Saya cuma bisa menjerit Histeris.

Sampai di anak tangga terbawah, Hikari terdiam sedetik sebelum kemudian menangis kencang-kencang. Alhamdulillah, Tuhan masih melindungi dia. Selain memar-memar, Hikari baik-baik saja. Gak demam, gak muntah, gak pingsan. Saya malah yang hampir pingsan melihatnya.

Jeritan saya membuat si Mami berlari dari kamar mandi dan si Papi berlari dari halaman depan. Kedua orang itu -dalam proses berlari menuju kami- masing-masing menabrak-nabrak pintu dan tembok. Jadi, bayangkan suasana hati mereka. Sudah kaget, benjol-benjol, lalu melihat cucu semata wayang kesayangannya jatuh dari tangga. (Gak heran kalau satu jam kemudian, kedua adik saya, seluruh keluarga besar saya, sudah dengar kabar jatuhnya Hikari.) Maka, saya pun habis diomeli. Bayangkan suasana hati saya: melihat anak sendiri jatuh dari tangga, sibuk mengecek lukanya, dan diomeli tak berhenti.

Tapi, diantara chaos itu saya sempat nyengir sendiri mendengar komentar-komentar sekeliling saya. Ketika kabar itu didengar tante/om saya dan teman-teman si Mami yang sudah jadi Eyang juga, mereka akan bilang, "Memang IBUnya kemana? IBUnya lagi ngapain?"
Kalau kabar itu didengar tante/om/sepupu/kerabat/teman saya yang berstatus Orang Tua, mereka akan berkomentar langsung ke Hikari dan berkata, "HIKARI, kalau di tangga gak boleh main-main ya! Gak boleh lompat-lompat!"

Memang, kedua status ini mempunyai cara pandang yang berbeda. Gimana gak ribut melulu?
Harusnya saya benar-benar jadi keluarga Thornberry aja yang semau gue itu. Nngg... rasanya malah tambah ribut gak sih kalo si Mami dan Babe ngeliat cucunya gue cebur-ceburin di lumpur....?

8 comments:

  1. sabar-sabar..namanya juga eyang, lebih sayang pada cucunya daripada anaknya sendiri. Ini juga berlaku nanti kalo mbak maris udah jadi neneknya anaknya hikari...salam buat hikari!!!!

    ReplyDelete
  2. gue tungguin di acara Buser kok gak keluar Dev? hahahah....yah, i know what you feel...

    ReplyDelete
  3. hikari reminds me of myself deh dev. petakilan, akrobatan. bedanya, kalo hikari nggak kena marah, kalo gue sampe dipelototin ortu. hahaha.

    ReplyDelete
  4. masalahnya: Hikari cucu semata wayang.
    solusinya: beri cucu satu lagi ... :D

    ReplyDelete
  5. wah si jagoan kecil jatoh.. tp ga papa kahn namanya juga jagoan ;) .. btw emang mamah nya ge kemana? hueheuheue..

    ReplyDelete
  6. kayak vicious circle kok Dev.
    Kita sekarang sebel sama nenek dan kakeknya, tapi nanti gantian kita disebelin sama anak kita karena belain cucunya didepan dia.. begitu terus... hihihihihi. Judulnya bales dendam! :)

    Hikari, hati-hati ya... kamarin Nau juga jatuh dr tangga sampe tangannya kecentit.. teriak2 dia diurut tangannya.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. thx atas gambar "The Wild Thornberrys" nya.u r d inspirations :)
    by : miftahulkarim.blogspot.com

    ReplyDelete