Mencari Zen-ku

After having killed all, you see that mountains are mountains, rivers are rivers. -Shoitsu-


Beberapa minggu belakangan, kepala ini penuh, hati apalagi.
Ternyata, bukan perut saja yang bisa terasa penuh.
Ingin rasanya mengurutkan kepala dan hati,
sehingga semua yang memenuhinya bisa terurai dengan baik.
Lalu dicarikan jalannya masing-masing.
Semoga semua akhirnya kembali ke jalannya yang benar.
Tapi sayang...

Sebelum yang kepenuhan itu diurut dan diurai,
hal-hal baru tetap datang memenuhi.
Mendesak kepala dan hati.
Membuat mereka tetap penuh.
Seakan-akan ada ribuan kilometer pita kaset terburai, pita video terbelit-belit, benang berbeda warna tersimpul tak karuan.
Kepala menjadi berdenyut-denyut.
Hati menjadi berdetak layaknya bom. Padahal dia bukan jantung.
Bukankah jantung itu bukan hati?

Bukan. Ternyata hati bukan jantung.
Dia hanya bom waktu.
Dan pemicunya adalah kepala yang berdenyut.
Maka pada suatu hari,
tak jauh dari hari ini,
bom itu PECAH.

Semua Meledak!
Meledak!
Meledak!
Di atas kasur, di bawah bantal.

Ketika semua telah meledak,
mata baru melihat,
gunung tetap menjadi gunung,
dan sungai tetap menjadi sungai.

Kenapa tak kuledakkan saja bom itu dari dulu?
*dasar telmi*

4 comments:

    waduh,kok jadi ikutan pusing neh aku...hihih

    it must have been something really explosive yah dev?? kasih clue dong siapa yg meledak...

    On 1:52 pm, January 16, 2007 Anonymous said...

    wah kenapa dev? kok main bom2an.
    tarik napas dev, uppppppp and down hihihi *apa sih*

    kau klo bijinih jadi pandai berpuisi. hehhehe
    btw boleh di sebarkan tuh itu tulisanku.

    -maknyak-

    wuih..meledak???!!! hiiiiii siap siap ngungsi hihihihihi

    makan sate padang yiukkk...:D

Blogger Templates by Blog Forum