One Pill for All

Hikari berlarian kesana-kemari.
"Aaaaa..... aku terbang seperti superman!"
"Woooooo.... Burung Dino, Pterodon, terjun dari gunung!"
"Auuuummm.... T-Rex datanggg!"
Seseorang berkomentar, "dia kebanyakan mengkhayal karena gak punya adik tuh."

Hikari sedang main Lego sendirian. Dia sibuk membuat sebuah bangunan ultra-modern yang tak terdefinisikan oleh kata-kata.
Seseorang mengganggu permainannya. Hikari menjerit.
"Dia gak biasa kompetisi tuh. Gak punya adik sih."

Hari pembagian school report.
"Hikari lebih senang bermain sendiri. Dia maunya memilih permainannya sendiri."
"Hm."
"Mungkin karena gak punya adik, ya?"

Mata Hikari berkaca-kaca karena seseorang berkata, "warnai gambarnya yang bagus dong. Kalau begitu kan belum pintar, namanya."
"Mama, aku sedih."
"Ih, kamu kok sensitif banget sih," kata orang itu.
"Udah tau sensitif, masih diganggu," kata saya.
"Itu karena gak punya adik!"

Hikari sedang kelebihan energi. Dia berlari, meloncat-loncat, berguling-guling di kasur, teriak-teriak, kemudian nyemplung ke kolam ikan.
"Anak ini hiperaktif banget."
"Aktif. Gak pake hiper."
"Kalau punya adik, dia gak akan begitu."

"Kata psikolog, dia right-brained."
"Ada hubungannya dengan keadaan bahwa dia anak tunggal yang gak punya adik?"

"Kok belum bisa baca ya?"
"Itu nulisnya kok terbalik-balik ya?"
"Betah banget ya main balok berjam-jam?!"
"Jangan-jangan autis?"
"Jangan-jangan ADD?"
"Jangan-jangan disleksia?"
"Makanya dikasih adik!"


catatan: saya membuat satu blog baru untuk mendiskusikan berbagai hal tentang perkembangan dan pendidikan anak. Terutama tentang anak berdominan otak kanan. Bisa dilihat disini. Blog ini belum lengkap dan akan segera dilengkapi secepatnya. Semoga bisa bermanfaat. Kontribusi anda sekalian, sangat dinantikan.

8 comments:

    *jidat berkerut baca komentar di posting*
    Gak ada hubungannya, brur!
    Ni anak dua kalo lagi ngumpul, gak beda ama Hikari (yang diceritakan).

    Diganggu ya njerit. Mana ada yang sudi diganggu seh, walo sama adik sendiri.

    Apa hubungannya pula sensitif sama gak punya adik. Gue sensitif berat, dan gue punya adik.
    So what? (malah tambah sensi sejak punya adik).

    Apa? Kalau punya adik adalah solusi untuk sedikit meredam keaktifan, sungguh yang kujalani adalah solusi yang gagal. Karena yang ada adalah DUA anak yang sama-sama aktif, yang kecil niru yang gede.
    Gak mengurangi masalah. Titik.

    Ah bosen nanggepin.
    *tendang komentator ke bulan*

    Heheheh salah muluk ya perasaan kita. Belon lulus disuruh lulus. Udah lulus, disuruh kerja. Udah kerja, disuruh kawin. Udah kawin, disuruh punya anak. Udah punya anak.. kok cuman 1? Udah punya 2 ... kok laki/perempuan semua? Jadi ibu rumah tangga, dicela. Jadi ibu bekerja, setiap anak ada masalah .. yg disalahin ibunya. Enaknya ditonjok2in aja gitu kali ya orang2 yg ngurusin kita mulu :D.

    komentar kan biasanya ga dipikir, apa aja yang pertama terlintas
    **kira-kira anakku punya adik berapa ya** :D

    owh ....
    *kaget*

    ada yg komennya panjang gitu ya

    *ngliat komennya bu lita*

    Jadi kapan mbak Hikari dikasi adik? :D

    *lari sekencang2 nya*

    ber-otak kanan itu bagus.. dan umumnya emang co' begitu. terus nanti klu problem solving biasa jitu karna bisa berpikir secara holografik.. hihihi ngomong apah seh gue:D

    Kok nama gue dipake ya?
    Hehe..
    Dapet ilham darimana tuh namanya..:-D

    jadi nggak bikin adik buat Hikari....huehehehe,....

Blogger Templates by Blog Forum